Thursday, August 29, 2013

Mengapa Berhenti Mengkonsumsi Pornografi dan Onani

Menjadi Berlimpah


Mengapa Saya Berhenti Mengkonsumsi Pornografi dan Onani


Saya berhenti mengkonsumsi pornografi dan stop melakukan onani karena satu alasan ini, yaitu waktu. Alasan ini sangat kuat dan mendasari saya berhenti, jika alasan ini sangat kuat bagi saya, demikian juga, semoga sangat kuat bagi anda.

Saat saya mengkonsumsi pornografi dan melakukan onani, ada beberapa hal yang akan saya lakukan.

1. Merangsang diri saya, ini dapat berupa khayalan atau bacaan atau video, atau kenyataan. Katakanlah saya membutuhkan waktu 2 jam untuk ini.
2. Jika kurang saya akan mencari materi tambahan, bisa bertambah 1 jam lagi untuk ini.
3. Setelah itu saya akan beronani, katakanlah saya membutuhkan waktu 30 menit disini.
4. Setelah onani dilakukan, maka saya akan merasa bersalah dan berdoa memohon ampun kepada Tuhan. Katakanlah ini membutuhkan waktu 3 jam.
5. Sesudah saya mendapatkan hormon kesenangan dari onani, maka tubuh akan mengeluarkan hormon stress keesokan harinya. Maka saya membutuhkan olahraga untuk menghilangkan stress tersebut, ini mengambil waktu saya 3 jam.

Total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan onani dari pemanasan sampai pendinginan adalah kurang lebih 10 jam. Jika dalam satu minggu saya beronani 2 kali, maka saya membutuhkan waktu 20 jam. 

Jika saya melakukan onani dan pornografi dari semenjak saya smp sampai sesudah saya menikah, katakanlah saya SMP unur 14 tahun, dan menikah umur 29 tahun, maka saya melakukan onani dan pornografi sebanyak 15 tahun dikali 48 minggu dikali 20 jam, atau 14400 jam, atau setara dengan 2tahun. Dengan perhitungan sehari 24 jam, dikurangi waktu tidur 8 jam sehari, dan waktu belajar bekerja serta bersosialisasi dengan masyarakat 8 jam sehari, maka saya hanya memiliki waktu sebanyak 8 jam sehari atau sepertiga umur. Jika umur hidup saya yang disadari adalah semenjak saya berumur 10 tahun, maka adalah 70 tahun hidup saya, maka saya hanya memiliki waktu efektif 26 tahun, yang 2 tahunnya telah habis untuk saya pergunakan bermasturbasi/ onani. Saya tidak menyadari bahwa 8 persen waktu saya didalam hidup telah dicuri oleh aktifitas ini. Perhitungan waktu ini belum lagi dengan waktu yang terpakai untuk membaca komik, membaca berita, menonton bola,  televisi, film, dan sebagainya.


 Mengapa tidak saya maksimalkan hidup ini dengan kegiatan yang lebih berguna seperti berbuat baik kepada sesama dan bersosialisasi membangun jaringan? Kerugian waktu ini masih belum dicatat dengan kerugian kerugian lain seperti kerugian kepribadian, dimana keperibadian saya terkorupsi, kepercayaan diri saya terhadap Tuhan menghilang, saya menjadi pribadi yang minder dan rendah diri karena hati nurani saya terus menuduh saya tidak layak, kegagalan mendapatkan berkat Tuhan karena tidak memiliki iman untuk menerimanya, serta pikiran pikiran kotor yang tertanam di pikiran saya yang membuat saya berlaku yang tidak sepantasnya dengan lawan jenis saya. Ini seperti rubah rubah kecil di kebun anggur, pada mulanya saya menganggap sepele, ternyata dampak merusaknya besar sekali. Ini membuat saya keluar dari jalur yang seharusnya saya lalui. Jika Tuhan menghendaki saya kaya dengan mengikutinya, pastilah sekarang saya sedang menyimpang dari jalan kekayaan Tuhan itu dan berusaha berjalan dengan cara saya sendiri.


Diluar Tuhan tidak ada damai sejahtera. Pujian dan ucapan terimakasih yang saya seharusnya terima karena menolong sesama, digantikan dengan pujian dan ucapan terimakasih dari pelacur dipinggir alan yang saya langgani. Mengapa saya menjamah istri orang lain? Mengapa saya birahi akan perempuan jalang? Mengapa saya mendekap dada perempuan asing dan bukan istri saya? Apakah saya sedang menempuh jalan kehidupan?

Duh, saya telah terlalu melenceng keluar jalur. Saya menyerahkan keremajaan saya kepada orang asing dan tahun tahun umur saya kepada orang kejam. Harta susah payah saya dan susah payah keluarga saya masuk ke kantong orang yang tidak dikenal, dan mereka mengenyangkan diri mereka dengan itu. Nama saya jatuh dimata masyarakat, istri saya mengajukan cerai, dan pekerjaan serta keluarga saya tercerai berai. Dan sekarang saat tubuh dan jiwa saya habis binasa, saya mengingat apa yang dahulu dikatakan pengajar pengajar saya, oh, mengapa saya begitu keras kepala lagi bebal, Sekarang saya menyadari mengapa tiap kali saya mengkonsumsi pornografi dan onani hati nurani saya terus mengusik saya, mengapa Tuhan dan firmanNya serta nasihat orang begitu keras melawan tindakan tersebut. Ternyata Tuhan dan firman Nya mengasihi saya, sayalah yang terlalu bebal dan keras hati untuk mengerti. Perintah yang ditujukan untuk menjagai malah saya anggap sebagai penjara. Mengapa saya tidak mendengarkan mereka dahulu serta membenci teguran dan didikan mereka, sekarang mereka hanya mencibir saya ketika celaka dan kemalangan melanda saya. Mengapa saya dahulu tidak memilih percaya dan hormat serta patuh akan Tuhan?. Apa yang dahulu meneteskan madu sekarang pahit seperti empedu. Sekarang saya tua, saya menyesal.


Sekarang yang saya lakukan adalah berbalik, menyerahkan tampuk kekuasaan hidup ini kembali kepadaNya, berharap masih terdapat belas kasihan sehingga saya tidak jatuh miskin, sehingga saya masih dapat dibimbing ke jalur kekayaan sesuai dengan caraNya.

Saya harus kaya, karena terdapat banyak orang yang bergantung pada saya. Ayah dan ibu, kakak dan adik, istri dan anak, pekerja dan l;ingkungan sekitar, tetapi saya harus kaya dengan caraNya tidak dengan cara saya. Tuhan, anugrah anugrahmu Jerit Saya.

Tidak ada yang pernah melarang saya untuk melakukan pornografi, tetapi saya tidak mau membuang waktu saya untuk itu, daripada saya membuang waktu saya untuk mengkonsumsi pornografi dan melakukan onani, saya memilih untuk melakukan hal hal yang lebih bermanfaat seperti beramal. Daripada saya melawan Tuhan dan segala perintahnya, dan ketakutan serta merasa bersalah sepanjang hari, saya lebih memilih mencari imbalan berkat Tuhan dari tindakan saya. Daripada saya mendapatkan hormon kesenangan dalam dosis berlebihan tetapi kemudian hari sesudahnya stress, saya memilih mendapatkan hormon kesenangan tersebut sedikit demi sedikit dari banyak berbuat baik. Sederhana memang, mengapa saya berhenti pornografi dan onani? Karena saya tidak ingin membuang waktu saya. Itu saya, bagaimana dengan anda.

No comments:

Post a Comment