Saturday, June 29, 2013

Bersahabat dengan Sang Waktu

Menjadi Berlimpah


Bersahabat dengan Sang Waktu 


Knowledge is Free But Time is Money, so I give you my knowledge and you paid my time to share it with you.
Pengetahuan adalah gratis, tetapi waktu adalah uang, jadi aku memberikanmu pengetahuan dan engkau membayarku untuk waktu yang aku habiskan untuk berbagi denganmu.

Saya menyadari sang waktu saat saya mulai menginjak usia tua. Saat saya menyadari berapa banyak rumah yang dimiliki oleh teman teman saya, dan berapa anak serta relasi yang mereka miliki. Beberapa orang bertambah 1 rumah pertahun, beberapa orang memiliki cucu di umur 40 tahun mereka. Beberapa bahkan tidak memiliki rumah sendiri.

Saat saya mendengar kabar dan melihat rumahnya, saya merasakan betapa beruntung rajin dan pintarnya dia. Setiap 1 tahun properti dan kekayaannya terus bertambah, dan usut punya usut, rahasianya adalah banyak bergaul dan banyak menjual serta investasi. Saya perpikir, dia sebaya dengan saya, mengapa nasib kita berbeda? dan saya menyadari perbedaannya, saya kurang banyak bergaul, menjual dan berinvestasi dibanding dia.

Apakah yang saya lakukan saat dia bergaul, menjual dan berinvestasi? Yang saya lakukan adalah melakukan kebiasaan buruk saya. Saya menyadari betapa banyak saya dan sang waktu melakukan kebiasaan buruk saya. Saya menyadari tiap detik yang berlalu, tiap menit yang menguap, tiap jam yang terakumulasi, tiap hari yang terbagi, tiap minggu yang terlewati, tiap bulan yang tertatih, dan tiap tahun yang tertangisi saat ini saat saya melakukan kebiasaan buruk saya. Waktu adalah sahabat yang baik, ia memberikan dirinya untuk setiap orang dengan bagian yang sama. Seseorang yang satu bersama sang waktu membangun istana, seseorang yang lain mengais kotoran septicktank

Time is money. Baru saya menyadarinya. Dan Knowledge is Free, terdengar begitu nyaring dikepala saya. Tidak pernah ada yang melarang saya untuk membaca semua hal di internet, semua itu gratis, tetapi waktu yang berlalu itulah pembayaran saya. Pembayaran dengan uang dan waktu saya untuk waktu seseorang menulis dan menyediakan internet, sedangkan pembayaran dengan waktu itu sendiri dengan bukti nota yang tertulis didahi saya berupa kerut dan guratan usia. Tidak pernah ada yang melarang saya untuk bermain dengan palacur, tidak ada yang pernah melarang saya untuk belajar dan mencoba, tetapi saya baru mengetahui, saya membayar waktu pelacur tersebut dengan dua hal, uang dan waktu saya. Hal ini meresahkan saya, uang bagi saya adalah hal yang mudah dicari, tetapi, waktu, dia seperti saya, tidak dapat mengulang kembali masa lampau. 

Dan sekarang sesudah saya tua, dan bertemu rekan rekan saya yang lain, saya menyadarinya. Saat dia bercerita betapa ia dan sang waktu membangun kerajaannya, saat dia dan sang waktu berusaha berteman dengan banyak orang, saat dia dan sang waktu melewatkan pernikahannya. Saat dia....  Oh Waktu, seandainya saja saya mengetahui betapa berharganya dirimu semenjak saya muda, mengapa saya hanya bersamamu untuk mengais kotoran di septicktank saja? Melakukan semua kebiasaan buruk saya dan hanya membayar si rasa malu dan si rasa bersalah untuk berteman dengan saya? Oh manusia, kesia sian kesia sia an , segala sesuatu sia sia kini. Alih alih membeli emas dengan sang waktu, sekarang yang saya dapatkan hanyalah seonggok SAMPAH! How pity of me.

Jika nyawa manusia terdapat di darah, dan setiap waktu yang berlalu adalah setetes darah yang keluar. Saya menuliskan catatan ini buat kamu yang muda, tidak pernah ada yang melarang kamu untuk mengetahui segala sesuatu, tidak pernah ada yang melarangmu untuk melakukan hal hal buruk, dan tidak pernah ada yang melarangmu bermain pelacur, tetapi ingatlah juga, bahwa setetes demi tetes darah nyawamu kamu beri di sana. Tetes demi tetes nyawa tersebut tidak dapat ditarik kembali. Waktu adalah uang dan terkadang terbuang begitu cepat. Beberapa membelanjakan uangnya untuk membeli istana, beberapa lain membeli septicktank agar dapat terus berkubang didalamnya. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu memiliki nyawa yang tak terbatas?  Apakah keberuntunganmu kekal? Pergunakanlah dengan bijak apa yang ada padamu. Andaikan saya bisa membeli waktumu anak muda.


No comments:

Post a Comment