Saturday, March 9, 2013

Pesugihan, Jalan Pintas Menuju Kelimpahan

Menjadi Berlimpah


Pesugihan, Jalan Pintas Menuju Kelimpahan


Seseorang menjadi berlimpah didalam hidup ini karena 2 hal

  1. Dia berusaha 
  2. Ada yang mengusahakannya baginya
Perjalanan seseorang menjadi berlimpah didalam hidup ini ditentukan karena usahanya, pertama adalah pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan, dan yang kedua adalah mencari pundi pundi pendapatan lainnya. Kelimpahan diperoleh secara sedikit demi sedikit hingga akhirnya terkumpul dan menjadi bukit.
Seseorang dapat saja berlimpah tanpa usahanya, tetapi karena ada yang mengusahakan hal tersebut untuknya. Contoh menikah dengan istri yang berlimpah (tidak perlu berusaha, istrinya yang mengusahakan), menjadi menantu orang berlimpah (mertuanya yang mengusahakan), dapat warisan (ortu yang mengusahakan) atau mendapat lotere (orang lain yang mengusahakan). Lain daripada itu tidak ada jalan singkat/ pintas untuk menuju kekayaan.

Kelimpahan adalah seperti memiliki rekening di bank, uang di bank tersebut dapat berarti uang yang kita miliki atau uang yang kita pinjam, yang tidak diketahui oleh orang banyak. Didalam begitu banyak kasus, alih alih menabung secara perlahan lahan, banyak orang yang memilih untuk meminjam uang di bank untuk memenuhi gaya hidupnya. Orang dapat saja terlihat kaya dan memiliki banyak uang, tetapi sebenarnya uang yang dia miliki adalah uang pinjaman. Jika pinjaman tersebut jatuh tempo maka akan ditagih, dan orang tersebut harus mengembalikan semua yang dia pinjam ditambah dengan bunganya. Kelimpahan didalam hidup adalah seperti memiliki rekening di bank, seseorang dapat menjadi berlimpah karena banyak memberkati sesamanya, atau kelimpahan dari orang tua atau leluhurnya. Orang juga dapat terlihat berlimpah dengan meminjam kelimpahan tersebut, bukan dari bak tentu saja, tetapi dari Setan.

Pesugihan adalah jalan pintas menuju kelimpahan, tetapi hal ini hanyalah sementara, karena kelimpahan yang ada bukanlah milik kita, tetapi meminjam bukan kepada bank melainkan kepada Setan. Jika waktu peminjaman habis, maka sang peminjam harus mengembalikan kepada setan berupa bunganya. Banyak sekali berita yang jelas jelas sekali memuat hal ini.

Bank, saat orang meminjam uang, tiap bulan ia harus membayar, dan saat ia meninggal semua hutang pembayarannya menjadi milik keluarganya. Entah anak, entah cucunya, mereka yang membayarnya. 

Pesugihan juga sama, kita meminjam kepada setan, dengan bayaran jiwa, entah jiwa kita maupun jiwa orang lain, dan saat kita meninggal, keturunan kitalah yang menanggung hutang kita, Pembayaran tersebut bervariasi, sampai keturunan ketiga, atau sampai keturunan ketujuh. Jika seseorang mengambil jalan pintas pesugihan, maka ia akan menjadi berlimpah, tetapi sekitarnya akan menjadi malang, karena dipakai untuk membayar kepada setan. Setelah ia mati, semua kelimpahannya diambil kembali oleh setan, dan keturunannya mendadak menjadi miskin dalam beberapa generasi. Hal ini tidaklah mengherankan karena mereka harus membayar hutang orangtua atau leluhur mereka sewaktu hidup dahulu.



No comments:

Post a Comment