Saturday, May 4, 2013

Cara Untuk Lepas Dari Kebiasaan Buruk

Cara Lepas Dari Onani/ Masturbasi serta berbagai kebiasaan buruk lainnya.


Kali ini saya akan memberikan cara untuk lepas dari onani dan masturbasi serta berbagai kebiasaan buruk lainnya. Pertama kita akan belajar mengapa kita melakukan kebiasaan buruk tersebut dan kedua bagaimana cara untuk lepas dari kebiasaan buruk tersebut.

Mengapa kita melakukan kebiasaan buruk tersebut? 

Jawabannya adalah karena stress. Saat stress, tubuh mengeluarkan hormon stress (*kortisol). Hormon ini membuat seseorang tidak dapat konsentrasi dan mudah marah. Cara untuk menghilangkan hormon ini adalah tubuh mengeluarkan hormon kesenangan (*oksitosin dan dopamin). Hormon kesenangan ini terbentuk setelah kita merasa senang atau beraktifitas fisik yang berat. Jika seseorang merasa senang dengan melakukan suatu kebiasaan, maka tubuh akan memaksa seseorang untuk melakukan kebiasaan tersebut. Contoh, jika orang terbiasa melakukan onani dan masturbasi, tentu tubuhnya akan menyuruh dia melakukan hal tersebut pada saat dia stress. 
Setelah orang melakukan hal yang mengeluarkan hormon kesenangan, maka hormon tersebut akan menetralkan hormon stress, sehingga pandangan dan konsentrasi orang tersebut menjadi lebih jernih serta emosinya lebih stabil. Hal ini tetapi tidak akan berlangsung lama. 12 Jam atau 14 jam sesudah pelepasan hormon kesenangan, maka hormon tersebut akan habis diserap tubuh, sehingga yang dirasakan orang adalah depresi. Untuk melawan depresi, tubuh membutuhkan hormon kesenangan lagi, jika caranya adalah dengan melakukan kebiasaan buruk maka tubuh akan memerintahkan kita melakukan kebiassaan buruk tersebut lagi dan lagi. Dan karena kebiasaan itu buruk, maka itu akan mengurangi sebagian diri kita, atau bahkan jika terus menerus itu akan menghabiskan kita.
Kebiasaan buruk, entah apapun itu bentuknya akan menghabiskan diri kita. onani atau masturbasi akan menghancurkan otak kita, menyebabkan kita kehilangan daya tahan tubuh, kebiasaan makan berlebihan akan mudah sekali membuat kita sakit bak diabetes maupun darah tinggi atau obesitas. Jika kebiasaan buruk ini dilakukan terus menerus, kita suatusaat akan menuai hasilnya, berupa hal hal yang buruk.

Bagaimana cara melepaskan diri dari kebiasaan kebiasaan buruk? 

Caranya adalah mengistirahatkan perhatian anda, atau mengalihkan perhatian anda dari kebiasaan buruk anda, serta memperhatikan hal yang lain. Sama seperti tikus dan ular, saat sang tikus melihat sang ular, semakin ingin dia berlari, semakin kaku kaki nya. Saat ada suara yang mengalihkan perhatiannya, tiba tiba dia memiliki kemampuan untuk berlari. Kebiasaan buruk memiliki cara kerja yang hampir sama, selama anda berfokus melepaskan diri darinya, semakin kaki anda gemetar dan anda tidak dapat melawannya. Lakukanlah pekerjaan lain yang menyita konsentrasi anda, dan jangan sekali kali memikirkan berhenti dari kebiasaan buruk anda.

Kedua adalah mengenali saat kita sedang stress dan segera berolahraga untuk mendapatkan hormon kesenangan. Hormon hormon kesenangan dilepaskan saat kita menjadi senang atau saat tubuh menghabiskan glukosa dalam darah, dalam hal ini adalah saat kita berolahraga. Alih alih melakukan kebiasaan buruk , yang kita lakukan adalah cukup sederhana, berolahraga sampai kita kecapaian, saat kita benar benar berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon kesenangan sehingga hormon stress akan netral. Setelah hormon stress netral, tubuh tidak akan memerintahkan kita untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut.

Untuk melepaskan diri dari kebiasaan buruk, seseorang harus memiliki 3 hal, pertama adalah rasa takut, kedua adalah rasa malu dan ketiga adalah keinginan untuk berubah.
Rasa takut adalah takut jika dilihat manusia dan dilihat tuhan
rasa malu adalah malu jika kita merepotkan orang lain
keinginan untuk berubah adalah dimulai dari perubahan tempat, lalu pikiran dan yang terakhir hati.

Didalam keinginan untuk berubah ini, seseorang harus membenci kebiasaan buruk yang dia miliki. Jika seseorang dapat membenci kebiasaan buruk yang dimilikinya, kemampuan untuk berubah akan cepat sekali. Jika anda ingin membenci dosa tersebut tetapi tidak mampu, pandanglah Tuhan dan kasihilah Dia seperti anda mengasihi orangtua anda
Yang kedua dalam keinginan untuk berubah ini adalah berhenti memilikirkan hal tersebut jika anda tidak dapat membencinya. Jika ada pikirian yang menjurus kepada kebiasaan buruk anda, segera berhenti dan cari pikiran lain untuk dipikirkan. Jangan biarkan pikiran anda mengembara dari suatu hal ke hal lain tanpa anda sadari. Perhatikan apa yang anda baca lihat dengar dan sentuh karena hal hal tersebut dapat memasuki pikiran anda.
Yang ketiga dalam keinginan untuk berubah ini adalah berhenti dari situasi dan keadaan yang memungkinkan anda untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut jika anda tidak dapat membenci dan terus menerus memikirkan kebiasaan buruk tersebut. Jangan menempatkan diri anda dalam pencobaan jika anda mengetahui badan anda sedang stress dan selalu memikirkan hal hal buruk yang anda sukai. Pergi dan berolahragalah, jika terlalu malam, tidurlah dan pagi hari segera ambil waktu untuk berolahraga. Habiskan gula dalam darah anda supaya tubuh mendapatkan hormon kesenangannya. Jika hormon kesenangan itu habis berolahragalah lagi untuk mendapatkannya. Saat seseorang berolahraga, kepercayaan diri kesehatan dan kecerdasannya akan meningkat.

Didalam setiap kebiasaan buruk, kita selalu memiliki hak untuk memilih, seringkali kebiasaan buruk tersebut hanyalah kegagalan kita memilih apa yang seharusnya terjadi.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat


5 comments:

  1. nice review , terima kasih :) akan saya coba . bismillah

    ReplyDelete
  2. Izin Nyoba gan, ane kalo stres nya malem2 gan :D
    jadi agak susah kalo mau olahraga, trus itu kalo di bawa tidur gx bisa, maunya ngelakuin itu aja :(
    abis ngelakuin itu baru deh, plong rasanya.
    baru bisa tidur.
    ada solusi gan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    2. Mungkin ini dapat menjadi motivasi gan

      http://menjadiberlimpah.blogspot.com/2013/08/mengapa-berhenti-mengkonsumsi.html

      Delete
    3. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete