Thursday, May 9, 2013

Menghormati Tuhan Seperti Orang Tua

Lepas dari Kebiasaan Buruk


Kita perlu belajar untuk menghormati Tuhan seperti menghormati orang tua kita, didalam banyak hal, termasuk dalam onani dan pornografi, serta dalam kita memuji dia, dan memberkati orang sesuai kehendak-Nya.

Jika badan kita terluka,maka orang tua kita akan cemas dan segera berusaha untuk mengobati kita, sedangkan jika kita berbuat hal yang tak senonoh, hal yang tercela maka kita akan mempermalukan nama mereka dan menjadi bahan pergunjingan lawan lawan dari orangtua kita. Karena orangtua kita sedemikian mengasihi dan mencintai kita, apa susahnya berbakti kepada mereka?

Sedemikian juga untuk orangtua kita, demikian juga untuk Tuhan kita. Jika Tuhan demikian mencintai kita, memberikan udara yang gratis yang selalu kita hirup, dibandingkan orang orang di rumah sakit yang tiap kali harus membayar beberapa keping emas untuk membeli oksigen, jika kita dianugerahi dengan kesehatan, sedangkan banyak orang diluar sana cacat atau jatuh dalam berbagai bagai penyakit, karena Tuhan begitu mengasihi dan mencintai kita, apa susahnya berbakti kepada Tuhan?

Jika kita mengasihi kedua ortu kita, maka hal hal yang disenangi mereka, kita akan segera mengusahakannya, sedangkan hal hal yang menyakiti hati mereka, segera kita akan jauhi dan tinggalkan. Hal ini berlaku untuk ortu dan terlebih lagi untuk Tuhan. Kita dapat instropeksi diri setiap hari, tindakan apa yang saya lakukan yang disenangi Tuhan, dan tindakan apa yang saya lakukan yang dibenci Tuhan. Beberapa tindakan mungkin terkesan baik dan memiliki alasan yang mulia, seperti untuk menambah pengalaman dan pengetahuan, ingin tahu, dll. Tetapi, apapun alasannya dan sebaik apapun kelihatannya, kita harus bersikap dengan didasari akan kasih kepada Tuhan seperti kepada orangtua kita. Contoh, jika kita pergi ke pelacuran, apakah ini menyedihkan hati Tuhan? Jika membaca pornografi, apakah ini menyedihkan hatinya Tuhan? jika kita membaca buku buku picisan, bukan buku buku orang bijak, apakah itu menyenangkan hati-Nya? Walaupun jika saya melakukannya saya mendapatkan pengalaman dan banyak hal lain, walaupun saya sudah berumur 17 tahun, walaupun itu merupakan hak saya, tetapi jika hal itu menyedihkan-Nya, maka tidak akan saya lakukan. Saya akan jauhi dan tinggalkan. Ini haruslah menjadi prinsip kita, untuk menghormati dan mengasihi Tuhan, seperti menghormati dan mengasihi orangtua kita.

Berbakti dan meghormati orang tua haruslah terus menerus dilakukan setiap hari, buka karena keinginan mendapatkan pahala, tetapi karena rasa cinta dan kasih kita, jangan suka menyalahkan diri jika gagal untuk membahagiakan mereka, dan janganlah berlaku tak punya harapan lagi. Jika suatu hal gagal segera instropeksi diri dan segera berubah untuk menyenangkan hati mereka. Jika kita melihat orang lain begitu berbakti kepada orangtua mereka maka kita dapat dan bersegera meniru mereka.Walaupun sulit , terus mencoba dan jangan berhenti.

Sedemikian berbakti kepada orangtua, sebegitu juga berbakti kepada Tuhan, lakukanlah dan dasarkan setiap tindakan anda dengan dasar cinta dan kasih kepada-Nya dan bukan karena pahala. Jika anda kemarin kemarin gagal karena jatuh bangun berbuat dosa, janganlah putus asa dan menyalahkan diri seakan akan tidak memiliki harapan lagi, untuk menjadi orang bijak dan suci, hanya bisa dicapai dengan melatih diri. Jika melihat orang yang soleh dan baik berbakti kepada Tuhan, janganlah mencibir, mencemooh atau merasa minder kepada mereka, melainkan jadikanlah mereka teladan, walau sulit untuk mencapai tingkatan seperti mereka teruslah mencoba dan jangan berhenti. Seadangkan jika melihat orang lain termasuk orang yang dikenal dekat dengan Tuhanpun berbuat salah, selalu ingat untuk tidak mengecam mereka, melainkan segera lakukanlah kaji diri. Bila kita berbuat hal yang sama, segera berubah, jika kita sudah tidak melakukannya, tetaplah waspada. 

Kasih Karunia Tuhan Selalu beserta Kita
Kasihilah Tuhan (yang seperti orangtuamu) dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Didalam kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum hukum di dunia dan disurga.

No comments:

Post a Comment