Sunday, May 26, 2013

Dan Ketika Api Pencucian Berada di Dunia ini

Menjadi Berlimpah


Dan Ketika Api Pencucian Berada di Dunia ini


Terdapat beberapa agama yang meyakini tentang adanya surga dan neraka, diantara beberapa agama tersebut, ada agama yang meyakini kehidupan dineraka tidaklah kekal, melainkan ada batasannya. Jika waktu tersebut telah tiba, maka orang tersebut dapat berpindah dari neraka ke surga. Menurut agama tersebut, seseorang yang berpindah dari neraka ke surga haruslah melalui api pencucian, untuk memurnikan jiwa mereka yang tercemar dosa sehingga bisa untuk memasuki surga yang suci.

Terlepas entah hal tersebut benar atau tidak, karena tidak dapat dibuktikan, kecuali harus melewati hidup setelah kematian, saya lebih suka untuk mengatakan api pencucian itu tidaklah setelah saya mati, tetapi sekarang, didunia ini, disaat saya masih hidup. Ijinkan saya menjelaskannya.

Suatu waktu yang lampau, saya membaca berita tentang perampok toko emas, yang mempergunakan uang rampokannya untuk bermain pelacur. Saya berpikir, mengapa ia merampok dan bermain pelacur, hidup benar saja dan memiliki istri, toh ia akan mendapatkan berkat dari Tuhan, mendapatkan rumah tangga dan sex, tetapi mengapa ia mengambil jalan yang berbeda? seakan akan ada beberapa orang yang dilahirkan untuk menikmati terang, dan ada yang ditakdirkan untuk berada didalam kegelapan, selamanya.

Dan saya menemukan jawabannya, bahwa seseorang tidak ditakdirkan untuk menjadi perampok dan pemain pelacur, namun ia memilih untuk itu. Mungkin ia dapat berkata, kehidupan rumah tangga saya berat, keuangan saya susah, dsb, dsb, namun tetap saja>> Tuhan tidak pernah mentakdirkan ia untuk menjadi penjahat dan pemain pelacur, melainkan ia memilih untuk melakukan hal tersebut. Ini adalah hak untuk memilih, dan ia melakukannya dengan kurang baik.

Apa yang Tuhan takdirkan adalah nasib sengsara dan nasib baik, disinilah sebenarnya konsep api pencucian ini bermula. Nasib baik adalah seperti surga bagi kita, sedangkan nasib buruk adalah neraka. Seseorang dapat saja dilahirkan dari rahim pengusaha kaya, memiliki peruntungan yang banyak, dan tidak perlu untuk melakukan apapun untuk hidup, ia seperti berada di surga. Sedangkan seorang yang lain, dapat dilahirkan dari rahim seorang pemulung dan pelacur, dan diajari melacur oleh orangtuanya serta harus berjuang untuk sebutir nasi, hidupnya seakan berada di neraka. Inilah nasib itu, inilah takdir itu, kita hanya dapat menerima tanpa upaya apa apa. Inilah yang ditakdirkan Tuhan bagi setiap umatnya.

Beberapa orang meyakini bahwa surga dan neraka baik didunia, maupun di akhirat itu kekal dan seseorang tidak akan bisa berpindah pindah dan keluar dari sana. Saya, dalam tanda petik, percaya, surga dan neraka itu tidak kekal, dan kita bisa berpindah dari neraka ke surga melalui api pencucian.

Dan jika surga adalah nasib baik dan neraka adalah nasib buruk, apakah api pencucian itu? Api pencucian tersebut adalah kesengsaraan hidup. Dan apakah kesengsaraan hidup itu? Kesengsaraan hidup adalah hal hal yang sulit dan sukar didalam hidup ini bagi kita. Api akan memurnikan logam sehingga pandai besi dapat mengambil kotoran dari logam tersebut, namun api yang sama akan membakar habis kayu dan jerami, serta hal hal yang dapat terbakar, dan menyisakan apa yang benar benar murni. Hal hal yang sulit dan sukar didalam hidup ini akan memurnikan jiwa kita, sehingga kotoran didalam hidup kita ini akan tampak dan dapat diambil, ini akan membuat diri kita murni memilih yang benar didalam hidup ini, ini adalah kabar baik jika kita menyukai dan tahu akan kebenaran, tetapi ini juga adalah celaka jika kita mempunyai keinginan yang kurang baik. Jika kita memiliki keinginan kurang baik, alih alih menjadi murni, justru kita akan terbakar hangus didalam kesengsaraan sehingga kita bermain pelacur, merampok dan membunuh, tinggal didalam neraka dunia ini tanpa dapat menikmati surga kelimpahan yang Tuhan berikan didalam hidup ini.

Hal ini benar dan berlaku untuk semua hal didalam hidup ini, semua gangguan yang menyusahkan didalam hidup kita ini, sebenarnya api pencucian untuk kita terus menerus mengambil keputusan yang benar didalam hidup ini. Seseorang yang memiliki anak yang banyak dimurnikan agar lebih kreatif tetapi tetap jujur dalam berusaha, bekerja lebih cerdas dan keras lagi, Jika ia terus menerus memilih hal yang benar, suatu saat ia akan berpindah dari neraka ke surga, dimana ia akan dapat memandang dunia dari puncak kesuksesannya. Tetapi jika ia memilih hal yang salah, ia akan terbakar hangus sehingga ia mencuri dan menipu sesamanya dan terus menerus menderita didalam hidup ini. Seseorang yang memiliki istri yang cerewat dimurnikan untuk terus menerus mengasihi istrinya tanpa memandang sifat, suatu saat istrinya akan mengerti dan ia mendapati surganya, tetapi jika ia memilih terbakar ke pelacur, maka rumah tangganya akan hancur dan anak anaknya akan tercerai berai. Dengan banyaknya uang dan makanan yang tersedia, kita dimurnikan untuk menjaga pola makan kita terus menerus, saat tua nanti kita akan merasakan surga kesehatan dan panjang umur, sedangkan jika kita terbakar oleh api pencucian sehingga memakan semua dengan rakus, kita mungkin dapat saja suatu saat nanti terkena stroke, hidup segan, matipun tak bisa, terbakar habis didalam neraka dunia ini.

Saya dahulu pernah berpikir, mengapa ada perempuan, ada hormon, ada internet, dan ada nafsu. Mengapa tidak dihilangkan saja semuanya itu sehingga saya tidak jatuh didalam dosa dan dapat masuk ke dalam surga. Namun sekarang saya menemukan jawabannya, internet adalah api pencucian saya, ia memurnikan saya dengan jalan memberikan pilihan demi pilihan untuk saya, akankah saya membuka situs porno dan komik komik cabul atau memilih untuk hidup murni dan kudus? Jika saya terus menerus memilih untuk hidup murni, suatu saat saya akan dapat menguasai nafsu saya, memiliki rumah tangga dan anak anak yang baik, berjalan didalam kekudusan keluarga dan memasuki surga saya. Tetapi jika saya terbakar oleh api pencucian ini, saya akan menuruti hawa nafsu saya, melakukan onani/ masturbasi, dan suatu saat saya akan melihat akhir hidup saya ini menjadi pecandu seks, kasar, rendah diri, mungkin pelanggan rumah bordil, dan memiliki rumah tangga yang hancur, hangus terbakar dineraka dunia ini.

Kehendak Tuhan adalah kerajaan dan kebenaranNya hadir dan bertahta di muka bumi ini, sehingga dibumi seperti di surga. Tuhan meninginkan manusia menikmati kelimpahan surgawi untuk 6 harta didunia ini.  Kegagalan manusia adalah saat dihadapkan pada gangguan gangguan dudalam hidup sehingga harus terus menerus memilih dan memilih kebenaran atau nafsu, ia terbakar gagal memilih kebenaranNya, dan memilih nafsu, miskin 6 harta sehingga dibumi seperti dineraka.

Tuhan tidak pernah membuat kita seperti robot, yang tidak memiliki gairah ego dan nafsu sehingga tidak akan tergoda oleh apapun, alih alih membuat kita seperti itu, ia justru menempatkan kita didalam tubuh daging dan mencampur kita dengan sesama kita ini. Ia menempatkan kita ditubuh daging yang rapuh ini, penuh dengan ego dan diperlengkapi dengan hormon hormon seks, serta sesama yang tidak dapat diduga. Tuhan memiliki satu tujuan, dan tujuan itu adalah agar kita terus menerus dimurnikan memilih hal hal yang benar didalam hidup kita saat berbagai api pencucian menggoda kita sehingga kita menjadi murni dan layak untuk tinggal menikmati surga kelimpahannya didalam hidup ini.

Dan inilah surga itu, dan inilah neraka itu, dan inilah api pencucian itu, semua berada di dunia ini seperti udara bagi hidup saya. Saya mengalaminya setiap hari, banyak sekali saya terbakar dan gagal untuk memilih yang benar, memandang teman, sahabat, dan saudara disurga, iri hati serta menyumpahi nasib yang seakan tidak adil, serta merasakan kegagalan demi kegagalan saya meludahi saya seperti penghuni neraka, tetapi sekarang saya sadar, saya mengerti, demi hidup dan nasib saya sendiri saya akan bangkit mengkoreksi diri saya sendiri dengan gigih. Saya akan berketetapan hati memilih apa yang benar dihidup ini, sampai suatu saat saya terlepas dari neraka jahanam keparat ini, dan hidup menghirup udara kelimpahan surgawi di dunia ini. Dan saat itu terjadi, saya akan memandang tegap mengatasi semua manusia dimuka bumi ini.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment