Sunday, May 26, 2013

Pemurnian Tuhan

Menjadi Berlimpah


Pemurnian Tuhan


Hidup ini adalah seperti proses pembuatan logam, dimana kualitas hidup adalah logam tersebut, Tuhan melalui berbagai hal hal yang berat dan menyesakkan didalam hidup ini, bekerja seperti api pemurni logam tersebut, dan kitalah yang akhirnya memilih untuk meningkatkan kualitas hidup kita, atau tidak.

Setiap hari di dalam hidup ini kita akan mendapati banyak hal yang tidak enak, serta menghadapkan kita pada pilihan, pilihan tersebut terdiri dari dua hal, kebenaran atau nafsu. Disinilah api pemurni logam tersebut memurnikan logam. Pada segala situasi yang pelik, untuk menjadi murni, pilihlah kebenaran, saat menjalani hidup, jangan meminta Tuhan menghilangkan pencobaan, melainkan selalu pilihlah kebenaran diatas nafsu dan ego.

Saat api pemurni ini bekerja, semakin panas dan panas, maka logam akan meleleh, dan kerak kerak kotoran logam akan mengapung keluar, pandai logam akan mengambil sanga dan kerak tersebut sehingga logam tersebut menjadi murni. Seperti dengan logam, demikian jugalah dengan hidup kita, saat hal hal yang tidak enak muncul serta menghadapkan kita pada pilihan demi pilihan, disinilah kita akan mengetahui keburukan diri kita, keburukan tersebut dapat berupa watak mudah marah, gampang tersinggung, rakus, tidak peduli terhadap sesama, menyukai kecemaran, boros, dsb. Jika kita meliwat watak kita tersebut, inilah waktunya menghilangkannya. Jika tukang logam memurnikan logam dengan mengangkat sanga dan kerak yang muncul karena pemanasan logam, maka kita juga meningkatkan kualitas hidup kita dengan memilih kebenaran dalam situasi atau hal yang tidak mengenakan atau sulit tersebut alih alih nafsu.

Apa yang dimurnikan dan api pemurni dapat berupa daftar yang panjang,

  • Seseorang yang menyukai pornografi mungkin memiliki api pemurni berupa internet di hadapan mereka, tujuan Tuhan menghadapkan internet dihadapannya adalah agar dia bisa melihat hawa nafsunya dan tidak menurutinya melainkan memilih kebenaran dan kekudusan.
  • Seseorang yang boros mungkin memiliki api pemurni berupa kartu kredit.
  • Seseorang yang rakus mungkin memiliki api pemurni berupa pesta, dimana Tuhan menginginkan ia melihat sifat rakusnya tetapi tidak menurutinya melainkan menjaga pola makannya walaupun banyak makanan berlimpah.
  • Seorang yang berketetapan hati berhenti merokok memiliki api pemurnian berupa situasi yang capek dan membuat stress, dimana Tuhan menginginkannya untuk melihat betapa rokok telah menjadi candu didalam hidupnya dan tidak terus menerus kecanduan, melainkan terus dalam ketetapan hatinya membuang candu tersebut tidak hanya dari tubuhnya melainkan dari jiwa dan pikirannya.. 
  • Seseorang yang jorok memiliki api pemurnian berupa rusaknya hubungan dengan orang lain, Tuhan ingin ia melihat sifatnya yang jorok dan tidak meneruskannya, melainkan memilih untuk rajin. 
  • Seseorang yang pemarah memiliki api pemurni berupa anak anak dan orangtuanya. Dia dihadapkan pada situasi yang mudah sekali memicu emosinya. Tujuan Tuhan adalah agar ia melihat sifat pemarahnya itu dan tidak menurutinya melainkan memilih untuk sabar dan mengasihi. 
  • Dan daftar ini terus menerus berlanjut, seiring dengan kegigihan kita untuk terus menerus membina dini.


Jika kita terus menerus membina diri, suatu waktu nanti, kita akan benar benar menikmati kelimpahan Tuhan, dimana logam yang murni tersebut akan digunakan untuk tujuan yang mulia. Jika kita berhenti membina diri, menghindari hal hal yang tidak enak, serta tidak memilih kebenaran, maka kita akan dipakai untuk tujuan yang kurang mulia. Kita adalah penentu nasib kita sendiri, kita adalah tukang pemurni logam tersebut, kita dapat memilih untuk meningkatkan kualitas hidup kita, sampai pada tahap paling murni, atau hanya sampai pada tahap yang biasa saja. Semakin baik kualitas logam, semakin ia dipakai untuk perabot perabot yang mulia, semakin berkualitas hidup kita, semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan kelimpahan didalam hidup ini. Nasib kita sendiri yang membuat, rejeki kita sendiiri yang memohon, nasib baik, maupun jelek, semuanya ada ditangan kita sendiri.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment