Saturday, February 23, 2013

Mengkoreksi Kesalahan (dengan gigih)

Menjadi Berlimpah


Mengkoreksi Kesalahan (dengan gigih)


Setelah seseorang mengenal Yesus Kristus, yang perlu dia lakukan adalah terus menerus hidup dalam dukacita karena kebenaran.

Di dalam perjalanan kita untuk menjadi berlimpah, kita akan terus menerus menemukan kesalahan kita, yang perlu kita lakukan adalah terus menerus mengkoreksi diri kita.

Prinsip rohani yang kita pegang adalah ketaatan kepada kebenaran mendatangkan berkat/ rejeki, ketidak taatan mendatangkan kutuk/ kemalangan.

Ada 3 cara untuk mengoreksi kesalahan, yaitu

  1. Tahu malu
  2. Rasa Takut
  3. Tekad dan Keberanian 
terdapat 3 tahapan dalam perubahan yaitu:
  1. Berubah Berdasarkan masalah (Tingkah Laku)
  2. Berubah Berdasarkan peraturan (pemahaman)
  3. Berubah berdasarkan hati (dukacita karena kebenaran)
Pada zaman dahulu, ada seorang pegawai pemerintah Ketika berumur 20 tahun, ia sudah menyadari kesalahan yang telah diperbuat pada masa sebelumnya dan berusaha mengkoreksinya, saat berumur 21 tahun, ia merasa masih belum mengkoreksi semua kesalahannya, saat berumur 22 tahun, ia merasa kehidupannya selama 21 tahun yang lalu hanya sebagai mimpi, tanpa ada kemajuan, tahun berlanjut tahun, ia terus menerus mengkoreksi kesalahannya. Ketika berumur 50 tahun, orang tersebut masih merasa bahwa kehidupannya selama 49 tahun penuh dengan perbuatan tidak baik. Ini adalah cara leluhur kita mengkoreksi dan menyesali kesalahan yang telah dibuat.

Kita semua adalah manusia biasa yang berbuat kesalahan seperti duri landak banyaknya. Kita sering tidak dapat melihat kesalahan yang telah dibuat. Ini adalah karena kelengahan kita tidak dapat mengintrospeksi diri, seperti mata telah ditumbuhi katarak, kita menjadi buta sehingga tidak melihat kesalahan yang kita buat setiap hari. Ini adalah indikasi bahwa manusia telah membuat banyak kesalahan dan kejahatan. Orang yang banyak dosa dan kesalahan, kebanyakan sering bingung, tidak konsentrasi, pelupa, bila bertemu orang suci/bijak, selalu merasa bersalah dan tertekan, tidak senang mendengar ajaran baik, hukum sebab akibat, membalas budi orang dengan kedendaman. Sering bermimpi buruk, selalu mengeluh. Ini adalah gejala bahwa orang tersebut telah banyak berbuat kesalahan dan kejahatan.

Bila kita mempunyai gejala tersebut di atas, kita harus segera mengaku salah dan berusaha keras untuk mengubah kesalahan serta berbuat kebajikan untuk mengubah diri, jangan menunda-nunda lagi.

No comments:

Post a Comment