Sunday, February 24, 2013

Nilai Kerendahan Hati

Menjadi Berlimpah



Nilai Kerendahan Hati



 Tentu saja paling baik kalau orang bersedia melakukan kebaikan, tetapi sebagai manusia, kita adalah makhluk sosial. Tidak mungkin bagi kita untuk tidak bertemu dengan orang lain; karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui cara mengembangkan diri saat berinteraksi dengan orang lain.

Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan mengikuti nilai kerendahan hati. Orang yang rendah hati di dalam masyarakat menerima dukungan dan kepercayaan orang banyak. Jika memahami nilai kerendahan hati, mereka juga akan mengerti pentingnya memperbaiki diri terus-menerus ini tidak hanya mencakup upaya mencari pengetahuan yang lebih tinggi, tetapi juga meliputi kebutuhan untuk menjadi manusiawi, untuk menjadi lebih baik lagi dalam tugas sehari-hari, dan memperbaiki komunikasi dengan kawan-kawan.
Banyak manfaat dan imbalan berasal dari tingkah laku berdasarkan pemahaman terhadap kerendahan hati. Ajaran ini memusatkan perhatian pada manfaat kebajikan rendah hati, yang dibuktikan oleh pengalaman pribadi Liao Fan. Orang akan menerima manfaat besar jika mereka dapat merenungkan dengan seksama dan memahami ajaran-ajaran ini.
Hukum langit mengambil dari mereka yang sombong dan memberi manfaat bagi mereka yang rendah hati. Hukum bumi tidak membolehkan mereka yang sombong dan mementingkan diri sendiri untuk tetap seperti itu, tetapi akan membawa perubahan bagi mereka.

Orang rendah hati tidak akan kekurangan, tetapi akan terisi seperti air mengalir mengisi tempat lebih rendah yang dilaluinya. Hukum makhluk halus dan para dewa membawa kerugian bagi mereka yang arogan dan nasib baik bagi mereka yang rendah hati. Bahkan hukum manusia memandang rendah mereka yang sombong dan menyukai mereka yang rendah hati”.


Hanya dengan demikian, saya akan memiliki landasan bagi kemakmuran masa depan saya. Mereka yang dipenuhi rasa sombong pasti tidak ditakdirkan menjadi orang besar. Bahkan jika hidup makmur, mereka tidak akan mampu menikmati nasib baik itu untuk waktu yang lama. Orang cerdas tentu tidak akan membuat diri mereka kecil dan picik atau menolak nasib baik yang menjadi hak mereka. Di samping itu, orang rendah hati selalu memperbesar kesempatan untuk belajar.

Jika tidak rendah hati, siapa yang mau mengajar dia? Selain itu, orang yang rendah hati selalu sudi belajar dari kelebihan orang lain. Ketika orang lain melakukan perbuatan baik, orang rendah hati akan belajar dan mengikuti teladan mereka. Dengan cara ini, perbuatan baik yang dapat dilakukan orang rendah hati tidak terbatas! Orang yang ingin mengembangkan dan meningkatkan nilai kebajikan, tidak akan dapat melakukannya tanpa memiliki nilai kerendahan hati.

Para leluhur kita memiliki pepatah kuno “Mereka yang berteguh hati mencapai sukses dan ketenaran, tentu akan mencapai sukses dan ketenaran. Mereka yang berteguh hati mencapai kekayaan dan kedudukan, tentu akan mendapatkan kekayaan dan kedudukan.”
Orang yang memiliki tujuan hidup yang ‘besar dan menjangkau jauh’ seperti pohon yang mempunyai akar. Pohon yang memiliki akar akhirnya akan tumbuh menjadi cabang, daun dan bunga. Orang yang telah menetapkan tujuan hidup yang ‘besar dan menjangkau jauh’ harus bersikap rendah hati dalam setiap pikirannya dan berusaha melepaskan beban orang lain meskipun kejadianya tidak berarti seperti sebutir debu.
Jika mampu mencapai tingkat kerendahan hati seperti ini, orang dengan sendirinya akan menyentuh hati bumi dan langit.

Lagi pula, saya adalah pencipta kemakmuran hidup saya sendiri; jika benar-benar ingin menciptakannya, saya tentu akan berhasil. Lihatlah para peserta ujian yang mencari ketenaran dan kekayaan. Pada awalnya, mereka tidak menumbuhkan hati yang tulus; Cuma minat yang iseng. Jika lagi suka, mereka mengejarnya. Saat minat mereka turun, merek berhenti.

Mencius pernah berkata kepada kaisar Qi Xuan..." Yang mulia mencintai musik. Akan tetapi kecintaan yang mulia pada musik sekedar kesenangan pribadi. Jika yang mulia dapat meluaskan hati, dari yang mencari kebahagiaan pribadi menjadi hati yang berbagi kebahagiaan dengan semua rakyat dan membuat mereka sama gembiranya dengan yang mulia, maka negara pasti menjadi makmur! "
Saya pikir hal itu sama dengan mereka yang berusaha memperbaiki hidup dengan mengubah takdir. Jika orang dapat meluaskan hatinya, dari yang tadinya berharap lulus ujian menjadi hati yang dengan rajin berbuat kebajikan, mengumpulkan jasa baik, dan berusaha keras memperbaiki watak, maka nasib dan kemakmuran akan menjadi milik mereka untuk diciptakan.

Jadi dalam kehidupan kita, apakah akan mendapatkan keberuntungan atau kesialan, semuanya terpulang pada suatu pikiran, jika pikiran dpt dikendalikan dan dijaga agar tetap murni dan juga tetap memelihara sifat rendah hati, dengan sendirinya kita akan dilindungi oleh dewa dewi. Sebaliknya jika sombong dan penuh dengan  kepentingan diri, memanfaatkan kekuasaan, kepandaian dan kekayaan untuk kesombongan dan menindas yang lain, maka tdk mungkin akan memiliki masa depan yg cemerlang. Tidak akan berhasil apalagi mendapatkan nasib baik.

Jadi, orang yang bijaksana tidak akan merusak masa depan dan keberuntungannya sendiri. Orang yang rendah hati dapat menerima pelajaran dari orang lain, sehingga dengan cara yang sama akan menerima kebijaksanaan, keberuntungan dan keuntungan yang banyak. Inilah hukum dasar dalam kehidupan

Tidak heran jika ada ungkapan bahwa jika kita ingin memiliki kekayaan dan kedudukan, kita akan memilikinya. Jika ingin terkenal, dapat juga dimiliki. Karena saat membuat komitmen dalam diri kita, adalah seperti pohon yg menyiapkan akarnya. Jika komitmen dalam diri kita dibuat mendalam, sering membina kerendahan hati dalam berhubungan dengan orang lain, sering membantu dan melayani orang lain, dengan sendirinya apa yang kita inginkan akan tercapai.

No comments:

Post a Comment