Sunday, February 24, 2013

Live life above the line

Menjadi Berlimpah


Live life above the line



Live life above the line terjemahannya, menjalani hidup di atas garis kehidupan.


Garis kehidupan?


Ya. Garis kehidupan. Anda membacanya dengan sangat tepat.


Setiap dari kita memiliki garis kehidupan.


Tidak percaya?


Sekarang, lakukan ini.


Buatlah sebuah garis lurus secara horisontal.


Berilah nama "Garis Kehidupan" untuk garis yang baru saja Anda buat.


Nah, kini Anda sudah punya garis kehidupan.




Mungkin Anda tidak akan percaya hal ini. Tapi tulislah sesuatu di bawah garis yang baru saja Anda buat.


Saya ingin Anda menulis di bawah garis kehidupan Anda kata ini: blame.



____________________________________
BLAME



Anda dapat mengganti kata blame dengan kata "menyalahkan/mencela". (Bagi Anda yang tidak tahu, blame adalah bahasa Inggris yang berarti "menyalahkan/mencela".)




Anda telah menuliskannya dengan baik. Sekarang, coba bertanya kepada diri Anda.


"Apakah saya pibadi yang selalu hidup di bawah garis kehidupan?"


"Apakah saya pribadi yang selalu menyalahkan (mencela, menggerutu, Anda tambahkan saja sendiri kata yang mewakili) terhadap setiap kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan saya ?"


"Apakah saya selalu menyalahkan diri sendiri, orang lain, lingkungan, waktu, nasib, atas setiap peristiwa [buruk, tidak mengenakkan] yang terjadi pada diri saya?"


Jika ya, selamat!


???


Karena Anda baru saja mengetahui hal yang paling penting tentang diri Anda.


Dan yang paling menggembirakan adalah: Anda mengetahui bahwa saat ini Anda telah siap untuk "hidup di atas garis".


Apakah Anda merasakan energinya? Kesenangan hidup di atas garis?


Bersiaplah untuk melompat ke atas garis kehidupan Anda, dan sambutlah ....

LEARN
____________________________________




Setiap kali Anda mengalami peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan Anda, berhentilah sejenak untuk sekedar mengajukan pertanyaan:


"Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari peristiwa ini?"



Mulai dari saat ini, berhentilah menyalahkan diri sendiri.


Berhentilah menyalahkan orang lain, waktu, nasib, dan pihak-pihak yang bisa tidak ada kaitannya dengan kejadian Anda dan peristiwa yang Anda alami.


Mulailah belajar.

Dan saya sangat yakin jika Anda bukan orang yang ***** [maaf, kata ini diedit] untuk mulai ... belajar.

No comments:

Post a Comment