Saturday, February 23, 2013

Mengubah Hati (Membenci Kejahatan)

Menjadi Berlimpah

Mengubah Hati (Membenci Kejahatan)

Walaupun kesalahan yang dibuat manusia beribu jenis dan juga berbeda-beda, semua itu adalah berasal dari hati / pikiran. Bila tanpa pikiran, maka tidak ada tindakan dan tidak mungkin berbuat kesalahan. Bila hati kita selalu dipenuhi oleh keinginan, nama, untung, sex, kemarahan, kita tidak mungkin dapat terlepas dari perbuatan salah. Kita memerlukan hati yang tulus, baik dan keinginan untuk melakukan perbuatan yang baik. Selama kita selalu berhati baik, sudah tentu tidak akan muncul pikiran kacau.

Semua kesalahan berasal dari hati, maka kita harus mengubah dari hati. Ibarat membuang sebatang pohon beracun, kita harus mencabut sampai ke akar-akarnya agar tidak dapat tumbuh lagi, mengapa mau membuangnya dengan mencabuti daun per daun, cabang per cabang? Cara yang terbaik untuk mengubah kesalahan diri adalah melatih hati kita. Bila kita dengan tulus dan tekun melatih hati kita, maka akan segera menghapus segala kesalahan.

“Karena segala kesalahan adalah bersumber di hati“.


Membersihkan hati dapat menghapus pikiran-pikiran yang tidak baik sebelum menjadi perbuatan. Bila hati kita bersih murni, kita dapat segera menghentikan pikiran-pikiran tidak baik yang muncul, ide-ide yang amoral akan segera hilang pada saat kita menyadarinya. Bila kita tidak berhasil mengubah pikiran tidak baik berdasarkan hati, maka kita akan coba pada level mengubah berdasarkan kebenaran, yaitu mengapa kita perlu mengubah. Bila kita tidak berhasil dengan kedua metode ini, maka kita akan mencoba metode mengubah berdasarkan masalah dan memaksa memusnahkan pikiran tersebut.

Cara paling baik adalah melatih hati kita dan mengerti alasan untuk mengubah. Cara alternatif lain adalah memaksa diri jangan berbuat salah lagi. Kadang-kadang ke 3 metode tersebut dapat digunakan untuk mencapai hasil yang baik.“Adalah bodoh bila meninggalkan cara yang terbaik yaitu mengubah kesalahan berdasarkan hati daripada berdasarkan masalah”.

Akan tetapi bila seseorang berjanji untuk berubah, memerlukan bantuan teman sejati yang selalu mengingatkan kita dan sebagai saksi atas perbuatan kita sehari-hari. Sedangkan utnuk pikiran yang baik atau tidak baik, kita minta Yang Kuasa, Dewa, Malaikat sebagai saksi. 

Kita juga perlu menyesal dengan tulus dan sepenuh hati dari pagi sampai malam tanpa lengah. Bila kita dapat menyesal dengan tulus dari waktu ke waktu, kita pasti berhasil. Pada saat ini, kita akan merasa berlapang hati, damai, bijak, dalam situasi kacau kita tetap tenang, bertemu musuh /orang yang tidak kita sukai malahan senang.

Kadang pikiran cabul datang tanpa kita undang, kita menginginkan hidup bersih tetapi tiba tiba ada pikiran cabul, saat kita mau berhenti berpikir cabul, pikiran tersebut terus menerus datang, kita merubah pengertian kita bahwa hal tersebut kotor tetapi kadang kita masih menyukainya dan sering terbayang kembali di pikiran kita, yang perlu kita lakukan adalah membenci pikiran cabul tersebut. Pikiran tersebut terus menerus ada, dan terus menerus muncul, dimaksudkan agar kita membencinya. Setelah kita membencinya, Tidak ada masalah pikiran tersebut terus menerus muncul karena kita tidak akan mengolah pikiran tersebut, yang ada adalah lama kelamaan pikiran tersebut hilang. Hal ini berlaku untuk semua hal

No comments:

Post a Comment